Karma by Anak Bahasa

KARMA

Aku meratap seorang diri
meratap pada khalik yang tak pernah sendiri
tuhan q belum juga berdiri
masih saja biarkan akku sedih begini
aku masih terus saja meratapi
luka dalam yang menghias hati

nganga luka q tambah lebar
ketika tuhan q tak juga mengejar
mengejar q yang terus melaju
melaju dengan luka yang ungu biru

wahai sang penguasa mayapada
sang pemilik alam

Sedih Singatku by Anak Bahasa

SEDIH SEINGATKU


Maafkan Aku sayangku
TerkadangKu tak mengingat wajahmu
Mungkin begitu sakit
Atau terlampau dalam

       Ku tenggelam dengan perbuatanmu
       Apa kau cinta?
       Atau hanya sesaat
       Pada mereka yang tersenyum ramah pada dirimu
       Yang memberimu surga perhatian yang tak pernah kuberikan
       Yang menjadikanmu dewi yang selalu dipuja
       Yang menaburkan kebahagiaan di lesung pipimu

  Apa kau ingat?
  Atau tak peduli Padaku yang menangis sendiri malam ini
  Yang berjalan mabuk tak tentu arah mengenangmu
  Yang menggigil sepi karena hati telah membeku
  Tertidur sakau, bukan candu,Tapi Rindu

Padahal aku lelaki
Tapi tak bisa menahan tetes air mata ini
Terurai jernih mengalir membasahi bantalku
Ku hanya berdoa yang terbaik bagi semua

    Akankah kau kembali padaku ?
    Mungkin… Mungkin Iya
    Padahal kau siapa

  Cantik memang, hanya perih yang kau berikan
  Pintar memang, begitu gampangnya melupakanku
  Baik memang, pada orang-orang selainku
  Mampukah aku melupakanmu ?

Pasti… Pasti tidak
Tak usah lagi kupikirkan
Akhir kisahku denganmu
Pasti nanti aku tertawa
Meski hati ini penuh luka…

Kepergianmu by Anak Bahasa

KEPERGIANMU

Malam ini ,
ku lihat bayang dirimu dalam kegelapan malam
melangkah menjauh dariku
mendekat pada angin malam dalam kegelisahan

Wajahmu pucat pasi tak seperti biasa
tubuhmu dingin bagai air yg membeku
mulutmu diam seribu bahasa

Apakah yg tlah terjadi ???

Kebisuanmu membuatku tak berdaya , terdiam
habis sudah kata-kata indah dalam bibirku
tenggelam bersama hausnya aku akan ucapanmu
ucapanmu yang slalu ku nanti-nantikan saat kehadiranmu

Bagai hati tersambar petir
saat ku tau , kau menghilang dari hadapku
dan tak pernah kembali di sini bersamaku
untuk menjalin cinta di akhir hidupmu

Aku tau ,
tetapi mengapa ku tak pernah rela melepas kepergianmu
kepergiaanmu yg abadi
menemukan kehidupan yg baru dan abadi

” SELAMAT JALAN KASIH ”
Sebuah kata yg tak pernah bisa ku ucap u/ mu

EMO Girl by Anak Bahasa


 EMO GIRL



Aku tersudut di ruangan sempit penuh kesedihan
Tiada sinar yang mampu rasuki kehampaan jiwa
Gelap dan tak bercahaya...
Itulah hidupku saat ini

Dan di saat semuanya tertawa
Aku tak pernah bisa merasakannya
Hanyalah ada air mata dan kesedihan
Tak ada yang peduli
Tak ada yang bisa mengerti

Mencari cara tuk lepaskan diri
Namun tak temukan titik terang tuk semua itu

Kurasakan dunia begitu membenciku
Aku terbuang dan slalu sendiri
Kesepian itu mungkin tak kan pernah berakhir
Apa yang harus kulakukan?

Rasa sakit ini begitu indah
Dan kuingin menikmatinya tanpa seorangpun
Biarkan aku sendiri
Karena inilah diriku...

Aku tak berani menghadapi dunia
I wanted to die...
Suicide is my obsession...

Life's suck... Fuckin shit!

I'm an EMO girl...
You don't have to remind me. I know my way...
Let me cutting myself, let me crying...
and feel my pain

Aku Dikubur Hari Ini by Anak Bahasa

 Aku Dikubur Hari Ini



Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terjelas langkah-langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang
sendiri menunggu keputusan

Menyesal sudah tak mungkin,
tobat tak lagi dianggap,
dan maafpun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri

Tuhanku,
Jika kau beri akau satu lagi kesempatan,
Jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu
beberapa hari saja…
aku harus berkeliling memohon maaf pada mereka
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku,
yang selama ini telah kusakiti hatinya,
yang selama ini telah aku bohongi

begitu sesal diri ini
karena hari-hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia-siaan

Aku dimakamkan hari ini
dan semua menjadi tak termaafkan,
dan semua menjadi tak terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan

Mendidik Itu... by Imam Nawawi

 Mendidik Itu..



Mendidik itu,
bukan mengajar,
tapi mengantar.

Mendidik itu,
bukan menyuru,
cukup merayu.

Mendidik itu,
jangan membentak,
mari mengajak.

Mendidik itu,
tidak memaksakan,
sekedar mengarahkan.

Mendidik itu,
menghidupkan kerinduan,
mengapus ketakutan

Melepasmu Se-Pagi Ini by Imam Nawawi


MELEPASMU SE-PAGI INI


Anak-anakku,
Ada kegundahan tak mampu ku sembunyikan
Ada resah menderah jiwa
Sebelum kau ucap selamat berpisah

Melepasmu sepagi ini,
adalah duka yang teramat pedih.
Aku takut kau tak akan kembali,
pada tempat yang terlanjur disebut penjara suci.

Kau kepakkan sayapmu terlalu kuat,
menerobos belantara rimba laknat.
Tersangkut bulu-bulu Agamamu pada pembaharuan
Habis kau diterkam elang kebebasan

Anak-anakku,
Terbanglah berlahan dengan waspada
Mangsa mengincarmu dari seluruh arah
Jangan percaya pada setiap suara
Jangan curiga pada angin yang menyapa.
Tabah, Maret 2010

Surga Milik Siapa? by Imam Nawawi

 Surga Milik Siapa?


Allahu Akbar....!
jika kau mengakui kebesaran-Nya,
tak mungkin kau busungkan dada,
mengganggap diri paling mulia.
Yang beda berarti sesat, bid'ah,
khurofat, antek Amerika
seolah kau adalah pemilik surga
padahal surga hanyalah milik Allah
Tiada Tuhan selain Allah.
Tuhan maha kasih sayang,
penebar Rohmat pada seluruh alam.

Andai Bukan Karena Cinta by Imam Nawawi



ANDAI BUKAN KARENA CINTA



Andai bukan karena cinta,
tak mungkin disini kita bertemu,
tiga kali dalam seminggu.
Andai bukan karena cinta,
tak mungkin aku bergumul pagi beku,
lalu membiarkan matahari membakar peluh.
Andai bukan karena cinta,
kan ku tinggalakan kau begitu saja,
mencari warna lebih indah.
Andai bukan karena cinta,
kan ku reguk rayu menggoda,
menenggelamkan segala rasa.
Andai bukan karena cinta,
aku tak kan kembali lagi,
merebahkan sukma dalam abdi.