Aku Dikubur Hari Ini by Anak Bahasa

 Aku Dikubur Hari Ini



Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terjelas langkah-langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang
sendiri menunggu keputusan

Menyesal sudah tak mungkin,
tobat tak lagi dianggap,
dan maafpun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri

Tuhanku,
Jika kau beri akau satu lagi kesempatan,
Jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu
beberapa hari saja…
aku harus berkeliling memohon maaf pada mereka
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku,
yang selama ini telah kusakiti hatinya,
yang selama ini telah aku bohongi

begitu sesal diri ini
karena hari-hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia-siaan

Aku dimakamkan hari ini
dan semua menjadi tak termaafkan,
dan semua menjadi tak terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan

About kombasta


KOMUNITAS BAHASA DAN SASTRA TABAH
KOMBASTA
MA. TARBIYATUT THOLABAH

LATAR BELAKANG:


Berawal dari kegelisahan dan keresahan anak-anak program studi bahasa yang tidak mendapatkan tempat belajar bersama untuk menyalurkan bakat dan minat, maka dibentuklah sebuah komunitas sebagai perwujudan eksistensi yang menyatukan tujuan bersama. Melalui komunitas ini anak-anak bahasa dapat mengembangkan kemampuan dan kreatifitas sesuai jiwa dan ekspresi yang dimilki. Anak-anak bahasa juga bisa saling memberi dukungan dan motivasi untuk menjadi yang lebih baik, sekaligus dapat belajar bersama mengenai segala hal yang berkaitan dengan kebahasaan maupun kesusastraan untuk menunjang prestasi akademik dan non akademik.

Dengan adanya tempat bernaung yang menjadi representatif bagi seluruh anggota komunitas, diharapkan akan mampu memacu semangat belajar siswa-siswi program studi bahasa di MA. Tarbiyatut Tholabah. Anak-anak bahasa harus mampu menjadi inspirasi bagi seluruh keluarga besar civitas akademika tercinta. Stigma negatif terhadap anak-anak bahasa harus segerah dihapus, sehingga segala sekat-sekat kasta dapat disingkirkan.

Mendidik Itu... by Imam Nawawi

 Mendidik Itu..



Mendidik itu,
bukan mengajar,
tapi mengantar.

Mendidik itu,
bukan menyuru,
cukup merayu.

Mendidik itu,
jangan membentak,
mari mengajak.

Mendidik itu,
tidak memaksakan,
sekedar mengarahkan.

Mendidik itu,
menghidupkan kerinduan,
mengapus ketakutan

Melepasmu Se-Pagi Ini by Imam Nawawi


MELEPASMU SE-PAGI INI


Anak-anakku,
Ada kegundahan tak mampu ku sembunyikan
Ada resah menderah jiwa
Sebelum kau ucap selamat berpisah

Melepasmu sepagi ini,
adalah duka yang teramat pedih.
Aku takut kau tak akan kembali,
pada tempat yang terlanjur disebut penjara suci.

Kau kepakkan sayapmu terlalu kuat,
menerobos belantara rimba laknat.
Tersangkut bulu-bulu Agamamu pada pembaharuan
Habis kau diterkam elang kebebasan

Anak-anakku,
Terbanglah berlahan dengan waspada
Mangsa mengincarmu dari seluruh arah
Jangan percaya pada setiap suara
Jangan curiga pada angin yang menyapa.
Tabah, Maret 2010

Surga Milik Siapa? by Imam Nawawi

 Surga Milik Siapa?


Allahu Akbar....!
jika kau mengakui kebesaran-Nya,
tak mungkin kau busungkan dada,
mengganggap diri paling mulia.
Yang beda berarti sesat, bid'ah,
khurofat, antek Amerika
seolah kau adalah pemilik surga
padahal surga hanyalah milik Allah
Tiada Tuhan selain Allah.
Tuhan maha kasih sayang,
penebar Rohmat pada seluruh alam.